
Menurut Gusti Randa, ada tiga profesi yang orang-orangnya pada banci kamera, yaitu politisi, lawyer, dan artis
“Semuanya bacot di TV biar populer. Apapun dikometari biar diliput. Tiga-tiganya setipis daun bawang semua,” kata Gusti di Friends n The City di O’Channel, semalam.
“Dan abang tidak?” kata Alexander si pembawa acara. “Kalau saya tidak, saya udah ngetop,” jawab Gusti.
Hmm.. Saya jadi ingat kata Nala kalau ditugasi meliput di DPR. Katanya itu liputan bonus. Pasalnya, setiap Komisi DPR punya anggota yang jumlahnya puluhan dan yang paling penting: Semuanya mau ngomong. (tapi kan kalo lagi kasus susah juga, La)
“Kemungkinannya kecil. Kamu cari aja dari partai lawannya, pasti mau ngomong deh. Kalau nggak juga, cari aja dari DPD,” jawabnya cuek.
Redaktur saya yang dulu juga berpikiran sama dengan Nala. Biar cover both side, jurus andalannya: “Minta komentar DPR, Ka.” Alasannya, karena mereka wakil rakyat. (yeah rite!)
ps: foto dari http://suaramerdeka.com
DIarsipkan di bawah: artis | Ditandai: ada ada saja, berita, berita & rumor, curahan hati, curhat, info, informasi, opini, Pemilu, pemilu 2009, Politik, serba-serbi, umum
kalo mereka banci kamera, kalo pencolengmah benci kamera.
Asik juga jadi banci kamera, atau maksud mas, orang banci di kamera