Adhyaksa: Yang Tua Ngalah Aja

Tadi siang saya “tidak sengaja” liputan ke Kantor Menteri Negara Kepemudaan dan Olahraga. Maklum, ada pejabat Depdiknas yang harus saya kejar.

Acara hari itu sih STD, pembukaan Pendidikan Ketahanan Nasional untuk Pemuda (Tannasda). Tapi, yang bikin acara itu menarik adalah komentar-komentar dari Menegpora Adhyaksa Dault.

Kesan pertama saya buat pak menteri:
cablak, penuh energi, dan bisa menghibur audiens (jam 2 siang di acara seperti ini akan membuat siapapun mengantuk… Hoaaaammmm)

Tapi siang itu saya malah asyik mendengar ucapan dia. Sampai-sampai saya lupa mencatat di notes saya. Hihihi…

Karena itu acara kepemudaan, dia pun ngomong tentang semangat pemuda. Karena wartawan nanya tentang kecenderungan “orang muda” menangin pilkada, dia pun menjawab tentang itu.

Katanya gini:

“Selama ini orang-orang selalu tanya bagaimana nanti 2009, 2014, atau 2030. Saya nggak pernah mikir 2030. Wong tahun itu umur saya udah 65. Masih hidup aja udah bagus,” katanya berapi-api dan membuat semua orang di ruangan tertawa.

“Makanya saya heran kalau ada orang umur 65 tahun tapi masih gratak sana, gratak sini, mau jadi pemimpin. Kalau udah tua, ya mending habisin buat zikir aja.” Huahahaha…. Dan semua orang di ruangan itu, termasuk saya tepuk tangan.

Selain itu, pak menteri juga ngasih pesan-pesan untuk semua anak muda yang datang ke sana:
1.Lakukanlan apa yang bisa kamu lakukan hari ini.
2.Look before you lead.
“Kalau mau nyalonin jadi Gubernur, Bupati atau pimpinan lain, lihat dulu kemampuan kita. Mampu nggak? Ini IPK pas kuliah aja cuma satu koma tapi mau nyalonin jadi pemimpin.”

Huahahahaha…
(kira-kira dia nyindir siapa ya?)

3.Manusia berencana tuhan yang menentukan.
“Kalau emang kalah Pilkada, ya terima saja. Kalau protes-protes kan pemerintah pusat juga yang bingung.”
(lagi-lagi pada tepuk tangan)

Pokoknya, sejauh ini, menurut saya dia menteri paling asyik. “Paling cool,” kata Cinta Laura.

Dan seingat saya, dia juga tak sekedar ngomong. Dia bertidak.
Kalau orang-orang masih pada heboh tentang rencana ahli waris Sukirmin Wardoyo (keluarga Bung Karno) menjual Istana Gebang, Menegpora udah bertindak.

Dia datang ke Blitar dan ngumpulin artis buat galang dana.

Waktu saya cek ke Tono dan Mas Luhung (wartawan olahraga), ternyata mereka puya pendapat yang sama tentang si menteri kumis.

___________

“Pak jadi mending pemimpin muda daripada yang tua pak?”

“Nggak juga. Tergantung kompetensinya. Kalau muda tapi ujung-ujungnya ditangkap KPK, ya percuma juga. Saya khawatir masyarakat milih berdasarkan umur, bukan kompetensi mereka.”

“Kalau 2009 ini mending yang muda dong, pak?”

“Negeri ini terlalu besar kalau dimpimpin orang-orang tua. Kunjungan dua hari ke Papua, taunya langsung flu. Sakit. Kalau masih muda kan fisik juga masih kuat. Tapi jangan sampai yang muda ini juga mengecewakan, nanti masyarakat jadi malas milih,” jawabnya.

“Jadi 2009 pak?”

“Saya rasa masih pak SBY. Banyak Survei yang menunjukkan kalau SBY masih paling disukai masyarakat.”

(hiyaaaaaaaa teteuppp!)

One response

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/adhyaksa_yang_tua_ngalah_aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: