Mau Jadi Presiden, Belajar Nyanyi Dong …

Untuk terpilih menjadi presiden ternyata bukan cuma harus pintar dan punya banyak pendukung, tapi juga harus bisa nyanyi. Lho, apa hubungannya tarik suara dengan jabatan R1?

SBY yang sekarang menjadi presiden juga sering nyanyi waktu kampanye 2004. Lagu favoritnya adalah ‘Pelangi di Matamu’ karya grup rock Jamrud. Lagu ini adalah lagu andalan SBY, jadi setiap ada kesempatan nyanyi waktu kampanye dia menyanyikan lagu ini.

Kalau dari segi suara, gw bilang si suara SBY terbilang bagus, tidak kalah deh sama penyanyi beneran di TV. Gw aja sampe takjub sama nih orang, jangan-jangan dia les khusus tentang tarik suara atau sering karokean.

Sekarang saja SBY rada jaim kalo disuruh nyanyi, abis udah jadi presiden kali ya, jadi ga perlu jual suara lagi untuk menarik pemilih.

Seinget gw, waktu kampaye 2004 bukan cuma SBY yang jago nyanyi. Wiranto yang waktu itu jadi capres partai golkar juga punya suara yang keren. Saat itu Wiranto milih lagu-lagu lawas untuk dinyanyikan. Dia sempat bagi-bagi kaset dan CD berisi rekaman suara merdunya.

Kenapa Harus bisa nyanyi ?

Bisa nyanyi adalah keuntungan bagi capres dalam pemilu nanti. Ini disebabkan lagu adalah cara kampaye yang mudah di mengerti. Bandingin aja dengan orasi yang ngebosenin atau iklan-iklan berisi janji-janji semu.

Bisa nyanyi bakalan jadi diferensiasi seorang capres. Pemilih bakalan mudah inget calon itu dibandingin calon lainnya. Apalagi banyak pemilih berasal dari ibu-ibu dan pemilih pemula . Mereka sulit mengerti kalo disuguhin orasi masalah korupsi, kemiskinan dan Krisis pangan. Tapi kalau disuguhin lagu merka gampang ingget. ‘Itu loh capres yang suaranya bagus,’ kata mereka

Kadang memang sukar dimengerti hubungannya memimpin negara dengan kemampuan nyanyi. karena Mimpin indonesia tentu lebih sulit dibandingkan menghibur penonton di depan panggung. Tapi mau gimana lagi karena memang terkadang citra jauh lebih penting di banding kemampuan.

Tapi yang namanya pemilu kan sah-sah saja menarik dukungan. Mau pake lagu, jungkir balik atau janji muluk toh tidak curang ini. Jadi bagi para calon capres kayaknya harus sering karoke atau ikut les vokal deh. heeee……….

5 responses

  1. waduh, kalo itu bukan pembelajaran yang bagus untuk masyarakat om. sebagai orang yang lebih paham, menurut saya akan lebih bermanfaat kalo masyarakat yang belum paham jangan sampai hanya terjebak pada penampilan luar saja. walaupun disatu sisi teknik tersebut salah satu yang bisa digunakan untuk memperoleh massa. tapi sia2 dong duit milyaran rupiah cuma buat nonton calon presiden nyanyi. he2. jadi konser termahal di dunia tuh.

  2. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/mau_jadi_presiden_belajar_nyanyi_dong_

  3. Nyanyi sudah menjadi sesuatu yang utamakan. Lihat saja, da’i pun belomba menyanyi. Termasuk pada acara “lomba” da’i pun tidak lepas dari menyanyi. Jangan-jangan orang lebih tertarik nyanyiannya daripada petuahnya. Sekarang, presiden, dan kepala daerah, tidak lepas dari menyanyi saat kampanye. Kayaknya harus belajar nyanyi nich untuk jadi motivator….. ???? Mau kemana nich nasib bangsa?

  4. eh, ini sebenarnya bukan masalah presiden harus bisa nyanyi ato ngga. sebenarnya, ini masalah militer atau sipil. karena dalam tentara itu, setiap acara selalu ada nyanyi2an top 40 tahun 1970-an. Jadi setiap anggota tentara, wajib bisa nyanyi. bahkan di tentara itu ada korps musik, yg kerjaannya maen drum band hehehehehe…

    dalam acara TNI AL, selalu ada perwira perempuan yang menyanyi. Suaranya ngga kalah sama kontestan Indonesian Idol. Mukanya juga oke dah!

    wajar klo SBY dan wiranto bersuara merdu, wong mereka jebolan akmil magelang hehehehhe…

  5. kita usulin aja biar mereka ikutan superseleb show pas kampanye. biar dikomentarin ama madam igun dan ruben. wakakakaka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: