Maju Terus SBY (Biar Masuk ke Jurang?)

Sore ini, seorang teman yang mengurusi halaman satu, mendapat pesan singkat dari ekonom UI yang juga pengurus sebuah parpol. Pesannya sampai 10 SMS. Intinya sih, ekonom itu mendukung kebijakan pemerintah yang mau naikin harga BBM

Inilah isi pesan itu:

Kalau harga minyak dunia sudah menembus US$120 bahkan terus naik sampai dengan US$200 (semula DPR dan pemerintah dalam APBN 2008 menggunakan harga US$65, dan diubah jadi US$95), maka muncul banyak kekhawatiran pada kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai sektor-sektor lain.

Kalau subsidi BBM akan membengkak hingga Rp 126 triliun, menyinggung akal sehat dan rasa keadilan (karena sudah 2,5 kali anggaran pendidikan, 7 kali anggaran kesehatan), apalagi mengingat hanya sekitar 15% subsidi BBM yang dinikmati kaum ekonomi lemah.

Kalau banyak kalangan yang mampu berpikir jernih dan menghitung, tentunya mereka sudah khawatir pada keberlanjutan keuangan negara/fiskal dan mendesak agar subsidi BBM dikurangi, demi tidak mengganggu anggaran yang jelas lebih penting untuk semua orang (pendidikan, kesehatan, infrastruktur pedesaan, listrik dll).

Maka tentulah kita inginkan pemerintah/pemimpin:

1. Yang berani realistis memutuskan apa yang lebih benar bagi rakyat banyak, dan tidak cuma menggeser pengurangan subsidi/kenaikan harag BBM ke pemerintahan selanjutnya.

2. Yang sungguh-sungguh berusaha meningkatkan produksi minyak dan mengubah alokasi APBN yang lebih pro rakyat (pendidikan,kesehatan, pembangunan pedesaan).

3. Rakyat perlu pemimpin/partai politik yang sanggup jujur dan mampu menyampaikan kebenaran sekalipun kontroversial. Rakyat akan menghargai pemimpin yang sanggup menekan kepentingan pribadi (termasuk mengubah pernyataan), apabila situasi memaksa, serta akal sehat dan rasa keadilan mengharuskannya menaikkan harga BBM.

4. Maju terus Pak SBY, realokasikan dana APBN dan uang negara untuk rakyat jelata. Pastikan bantuan langsung bagi rakyat/kaum duafa guna menjaga mereka dari dampak tidak langsung kenaikan BBM.

Terlepas dari statusnya sebagai pengurus sebuah parpol, menurut saya analisisnya sebagai ekonom bisa diterima. Asalkan kalau mau maju, lihat-lihat dulu, biar tidak masuk jurang. hehehe..

* I

ps: foto diunduh dari http://www.eia.doe.gov/kids

2 responses

  1. rapatkan barisan rakyat sudah banyak menderita, penyadaran terhadap masyarakat itu sangat di perlukan mengenai kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, semoga tahun berikutnya,,, sby maju lagie…. tapi benar, maju ke jurang kehancuran.

  2. @Bagoues : Apa sih namanya pro pada masyarakat ?

    membiayai bensin mobil anda? atau membuka peluang buat orang miskin punya mobil suatu hari kelak? Ketika BBM naik, jadi kentara siapa yang egois, organda teriak masyarakat, padahal kantong sndiri yang mereka khawatirkan, mahasiswa teriak, padahal uang jajan sendiri yang mereka pikirkan, siapa yang akan pikirkan orang orang tua dan bayi bayi merah yang gak punya akses pada kesehatan? siapa yang memikirkan orang papua yang masih cari sagu dengan kapak batu?

    30-40 taun lagi orang orang yang menolak kenaikan BBM mungkin tidak ada di dunia ini lagi, tapi bayi bayi merah yang lahir, akan jadi lost generation, kalau kita tidak juga punya dana buat menyekolahkan dan memberikan akses kesehatan, mereka tetap akan jadi pencangkul, pengemis, dan petani dan buruh yang fakir, karna kita masih juga bertumpu pada program program padat karya dan pertanian yang nilai tukarnya dari hari ke hari terus menurun, 30 taun lalu, korea masih satu level dengan kita, sekarng kita bahkan masih terengah-engah karena buruh kita bersaing dengan vietnam yang notabene 30 taun lalu masih berperang di gorong gorong vietkong.

    apa yang akan dibanggakan generasi kita kalo dana budi daya benih pertanian saja tidak ada sehingga tidak ada komersialisasi masal, akibatnya benih benih dari IPB diambil oleh thailand dan vietnam?

    tolong saudaraku, liat lebih luas. tiap jengkal laut kita sekarang bak lobang-lobang besar, nelayan tidak mampu melawan pukat2 harimau, kapal TNI juga hanya gertak sambal, karena torpedonya dihemat hemat. Siapa yang pro nelayan sebenarnya?.

    siapa yang anda bela sebenarnya wahai pro rakyat?
    coba lah liat lebih luas, lebih jernih dan lebih jauh ke depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: