Bang Foke, Empatilah Sedikit

Kata Fauzi Bowo, biar gak macet, tarif parkir harus dimahalin.

” Di tempat-tempat yang mengganggu kelancaran lalu lintas, biaya parkir harus dibuat lebih mahal,” kata Foke. Intinya, “Silahkan naik busway.”

Sadar nggak sih? Jalanan di jakarta jauh lebih macet akhir-akhir ini? Terutama sejak sebagian jalan difungsikan sebagai jalur busway. Naik busway ternyata juga bukan pilihan nyaman.

Saya sebenarnya ingin bertanya pada Bang Foke. Apakah Bang Foke pernah naik busway? Yang saya maksud dengan naik busway adalah, yah naik sesungguhnya untuk bertransportasi. Bukan hanya naik busway ketika ada peluncuran busway koridor baru.

Pertanyaan kedua, apakah Bang Foke pernah nyetir mobilnya sendiri? Apa dia pernah merasakan sensasi menyetir di Jakarta? Apa dia pernah merasakan dikelilingi oleh sepeda motor yang sudah menyerupai kecebong di kolam kala musim hujan? Apa dia pernah hampir celaka karena ada metro mini, kopaja atau mayasari bhakti yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan? Apa dia pernah kejeblos lubang yang makin banyak menganga di jalanan?

Otak saya semakin setuju, bahwa peraturan dibuat untuk orang lain, bukan untuk orang yang membuat peraturan. Ketika Bang Foke berkata,

Bila pemilik kendaraan keberatan dengan tarif mahal, lebih baik meninggalkan mobilnya di rumah. “Silahkan naik busway.”

Dia sesungguhnya berkata untuk orang lain, bukan untuk dirinya sendiri. Dia menyuruh rakyat yang memilihnya untuk naik busway, tapi dirinya sendiri TIDAK MAU NAIK BUSWAY. Duh Bang Foke, tau ngga sih? Naik busway atau kendaraan pribadi di Jakarta itu sama-sama tidak nyaman. Kecuali kalau Anda naik kendaraan mewah dengan supir pribadi, dan ada voorrijder yang siap membuka jalan, ITU BARU NYAMAN!

Di Singapore boleh-boleh aja pemerintahnya menetapkan tarif parkir yang tinggi. Wong disana ada Mass Rapid Transport (MRT) dan ada bus yang nyaman. Tapi di Jakarta? Haruskah kami membayar tarif parkir mahal, tapi tidak ada fasilitas yang memuaskan. Bahkan pengelola lahan parkir tidak mau bertanggung jawab jika ada kehilangan selama mobil diparkir.

Bang Foke, mungkin Anda perlu belajar bagaimana harusnya ber-Komunikasi Massa yang baik. Itu penting lho, buat modal politik Anda. Pantaskah seorang pemimpin berkata seperti itu? Mana EMPATINYA? Kalau belum bisa menyediakan transportasi nyaman buat kami, minimal Anda bisa menunjukkan sedikit EMPATI.

ps:

Tulisan dibuat berdasarkan pengalaman pribadi miss Ntus setelah naik Busway

foto diambil dari http://www.myrmnews.com/images

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: