Pernikahan Hidayat: Balik Modal Gak Ya?

“Kalau terkait dengan jabatannya dan diklarifikasi sebagai gratifikasi harus dikembalikan kepada negara.” (KPK)

Suatu kali saya pernah memergoki ayah saya memasukkan lembaran US dollar ke amplop undangan pernikahan.

“Busyet deh pa. Emang siapa yang nikahan?” kata saya takjub. Maklum, jarang-jarang ngeliat si papa nyimpe US dollar. Paling banter sanya melihat si papa megang uang real, sehabis umroh kemarin.

“Yang nikah ini anaknya bos,” jawab ayah saya.

“Emangnya kalau anak bos harus dikasih dollar,” kata saya lagi.

“Ya… namanya juga bos. Masa ngasihnya dikit. Kalau papa bos, nanti juga dikasih dollar,” katanya lagi.

“Bukannya kebalik ya pa? Karena bos uangnya banyak, harusnya ngasih dikit aja,” kata saya lagi.

Ayah saya diam saja, malas menanggapi.

Siang tadi, semua portal berita menulis tentang tim KPK memeriksa uang angpao yang diterima Hidayat Nurwahid waktu nikahan kemarin. Kalau ada yang jumlahnya lebih dari Rp1 juta (batasan gratifikasi bagi pejabat negara), akan diambil sisanya dan dimasukkan ke kas negara. Hadiah yang diterima nggak hanya pas kawinan aja, tapi semua jenis pesta: ulang tahun, sykuran pulang haji, atau perpisahan.

Terus gimana reaksi pengantin baru kita?

Kata Hidayat, mestinya KPK juga meriksa tamu yang ngasih hadiah, bukan Cuma yang punya hajat. Dia juga bilang kalau nggak ada niatan buat nyari sumbangan,

“Dalam tanda kutip yang menyumbang itu banyak. Dan enggak ada hubungannya saya sebagai ketua MPR. Tapi dari koleganya Diana yang banyak,” kata Hidayat di okezone.com.

Ah, masa sih pak?

Beberapa teman yang sudah menikah bilang kalau biasanya nikahan itu balik modal. “Apalagi kalau ngadain di Jakarta. Kalau di kampung ngasihnya dikit,” kata teman saya yang bukan dari Jakarta dan bukan pemimpin partai.

“Jadi, nikahan Hidayat balik modal gak kata lo?”

“Pastinya. Tapi kalau udah dipotong KPK sih, tauk deh.”

Mari kita menghitung prediksi biaya nikah dengan 1.000 undangan:

Sewa Gedung: Rp29 juta

Catering: 4.000 paket x Rp40.000= Rp 160 juta ( lihat di www.radartarakan.com)

Mas kawin (90 gram emas): Rp270.000 x 90= Rp24,3 juta

Pengeluaran: Rp213,3 juta (belum termasuk harga undangan, souvenir, pelaminan, dll)

Dengan asumsi 1.000 undangan ngasih Rp.1 juta, maka angpau yang didapat: Rp1 miliar. WOW!! Bisa lebih, bisa kurang sih. Tapi ya, tetep balik modal. Hehehehe..

Ah, yang penting mah doa dan ridho orang-orang yang datang kan, Pak?

Ps: kata teman saya, berita yang muncul hari ini cuma akal-akalan PKS. Serupa waktu anggota-anggota DPR fraksi PKS pada ngembaliin mobil dinas. “Lo jangan mau diakalin PKS. Ini tuh untuk menjaga citra mereka tetap bersih. Namanya juga mau Pemilu,” kata teman saya.

foto diambil dari detik.com

 

2 responses

  1. Ini sih.., otak curiga dan ngeres aja. Semua niat pernikahan disamaratakan untuk hitung-hitungan kembali modal. Kalo kita liat jejak-rekam Pak Hidayat Nurwahid, gak ada seperti begitu, apalagi untuk mencari popularitas. Dan PKS, emang punya kesan di masyarakat partai yang bersih, sehingga gak heran, banyak partai lain atau individu dengan kepentingan politis yang iri selalu menjawab dengan sinis tindakan-tindakan PKS. Dan tindakan PKS ini selalu konsisten, tidak hanya menjelang Pemilu saja.

    Nah…, kalo partai lain yang melakukan tindakan seperti PKS ini seperti Partai Golkar, PDI-P, PKB, PD, PDS baru kita patut curiga ada kepentingan yang terkait dengan Pemilu. Dalam sejarahnya mereka tidak pernah melakukan tindakan seperti itu. Bravo Pak Hidayat Nurwahid.., contoh sikap Pejabat Negara yang patut diteladani.

  2. Wartawan ngeres nih… kekekeke…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: