Di Manakah Kau Munarman?

Munarman memang belugm pernah menjadi presiden, namun namanya ternyata tidak kalah ‘menjual’ dibandinkan mendiang presiden Soeharto.

Sejak Munarman ‘hilang’, puluhan wartawan terus mengejarnya. Suasana Polda Metro Jaya berubah menjadi mirip Rumah Sakit pusat Pertamina (RSPP) menjelang Soeharto wafat.

Mobil-mobil SNG dari berbagai televisi yang biasa digunakan untuk siaran langsung sudah terpasang di depan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda. Puluhan wartawan juga setia menunggu Munarman siang malam.

Suasana Polda yang biasanya sepi, berubah menjadi ramai. Berbagai analisis pun mulai dilontarkan mengenai mengapa Munarman belum bisa tertangkap juga.

“Sebenarnya Munarman maunya menyerah, bukannya ditangkap, La?” tanya seorang teman.

“Lho, kok sampai saat ini belum menyerah juga,” kata saya.

“Soalnya polisi inginnya Munarman ditangkap, bukannya dia menyerahkan diri. Mereka gengsi masa ga bisa menangkap Munarman.” 

“Oooh.. begitu,” kata saya sambil merapatkan jaket

Beberapa teman ada yang pindah tempat duduk karena gerimis berubah hujan lebat. Ada juga beberapa wartawan yang mencoba tertidur dilantai beralas koran, Mereka tampak merapatkan jaket yang mereka kenakan. Ada juga yang menyeurput kopi untuk menghangatkan diri sekaligus mengusir kantuk.

Berbagai obrolan pun berlanjut. Sampai saat ini masih banyak wartawan yang bertanya-tanya kenapa Munarman yang dulunya membela HAM, bisa berubah menjadi ‘ganas’.

Ada yang mengatakan Munarman diperalat intel, hingga skenario Munarman sengaja disusupkan untuk memberangus FPI. Entahlah mana yang benar, tapi yang pasti isu Munarman ini telah membenamkan isu mengenai kenaikan BBM dan pemeriksaan petugas polisi yan terkait bentrokan di Unas. Jadi pengalihan isu yang sempurna.

Sekarang tidak ada lagi yang teriak-teriak soal BBM naik, atau mahasiswa demo mengenai penuntasan kasus bentrokan di Unas disidik hingga tuntas.

Malam semakin larut jarum jam menunjukan pukul 01.00 WIB, Kamis (5/5/2008), hujan dan semilir angin terus mengalir di lorong sempit di depan Reskrimum Polda Metro Jaya.  Ah, dimanakah Kau Munarman?

Dulu, saat meliput Soeharto, saya sering bertanya-taya, “Akankah dia meninggal malam ini?”

Sekarang, saat menunggui Munarman, saya bertanya, “Di manakah dia? Akankah menyerahkan diri malam ini?” Yah, jadi liputan Soeharto jilid dua deh.. 

4 responses

  1. betul banget , sepertinya ada skenario untuk mengalihkan isu BBM , isu ahmadiyah. Munarman yang hanyalah seorang yang berpegang teguh pada prinsipnya sendiri, kok bisa- bisanya dianggap buron layaknyaseorang teroris dan mesti dikejar 12 tim khusus bentukan POLRI,.. SUNGGUH LUAR BIASA .. “sukses berat untuk adnan buyung nasution yang berhasil menjadi sutradara di balik ini semua”..

  2. Emangnya ini kisah sinetron namanya sutradaranya tertulis jelas. Ini kisah lain, guy…..! Sutradaranya invisible man. Gitu aja koq repot……

  3. setujuuuuuuu…! ini politik media yang membuat meredamnya aksi perlawanan tehadap keputusan Presiden SBY menaikkan BBM.
    http://politik.infogue.com/di_manakah_kau_munarman_

  4. wow!!! ternyata Munarman menepati janjinya: akan menyerahkan diri jika SKB keluar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: