Alfian Sibarani Setia pada Megawati

Walau banyak yang ilfil sama Megawati, tapi Ian, teman gosippemilu yang lagi belajar di Amrik ini, tetap setia sama bu Mega. Mau tahu kenapa?

Nama: Alfian Sibarani

Umur: 25 tahun

Hobi: Fotografi

Lokasi: Sudah dua tahun tinggal di Baltimore & Washington DC. Walaupun betah dan senang tinggal di US, untuk jangka panjang, tetep pengen balik ke tanah air.

Kegiatan: tukang insinyur di perusahaan kontraktor, lulus S2 di engineering University of Maryland College Park.

Pemilu 2009 mau nyoblos gak?

Sudah pasti.

Gak golput aja?

Nggak. Layaknya warga negara yang bertanggung jawab, gue rasa setiap pribadi dituntut untuk turut serta dalam perkembangan pemerintahan. Biar pemerintahan bisa dapat berjalan sesuai dgn keinginan dan aspirasi rakyat, makanya kita juga harus aktif menyuarakan keinginan kita. Caranya, ya ikut nyoblos.

Trus nanti mau milih partai apa Nai?

PDI Perjuangan. Menurut gue, inilah partai bisa merepresentasikan rakyat Indonesia yang sejati.

Ah, masa iya?

PDIP terbentuk dari nilai-nilai dasar Indonesia yang sangat mendasar dan juga mewakili pihak-pihak yang sangat beragam di Indonesia. Tidak ada satupun partai di Indonesia yang dapat merangkul komunitas sebanyak PDIP. Dalam tingkat administrasi negara, keberagaman PDIP akan sangat baik untuk menjalankan roda pemerintahan karena pada esensinya, Indonesia sendiri memang sangat majemuk dan ada banyak unsur masyarakat yang harus diwakili.

Berarti Milih Megawati nih?

Pastinya. (Yakin nih, Nai?)

Sosok Ibu Megawati menurut gue adalah pribadi yang dapat mewakili semua pihak di Indonesia. Karena berangkat dari partai yang sangat majemuk, gue optimis administrasi Ibu Mega nanti akan mewakili banyak pihak sehingga kinerja pemerintahan dapat lebih maksimal dan juga tidak meninggalkan karakter-karakter kenegaraan Indonesia yang sejati.

Kemarin-kemarin, emang pemerintahan Ibu Mega tidak bisa memuaskan banyak pihak. Tapi jangan lupa kalau saat itu masa pemerintahan beliau tidak dimulai dari titik awal kursi kepresidenan. Ada kondisi politik dan kenegaraan yang beliau harus jalankan karena masa transisi yang cukup tersendat. Kondisi partai PDIP yang masih kurang (dalam arti kesiapan kader partai) juga ikut menyebabkan kurang maksimal nya peran PDIP di pemerintahan.

Gue optimis di Pemilu yang mendatang, PDIP sudah lebih baik dan juga sudah berkembang sehingga lebih siap untuk menjalankan roda pemerintahan.

Buset… Kayaknya lo cinta mati ya ama PDIP? Trus kata lo Wapres yang cocok buat si Ibu siapa?

Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut gue, dia punya pengalaman yang baik sebagai seorang pemimpin, baik memimpin rakyat dan memimpin struktur lembaga kepemerintahan. Dia mengerti kebutuhan masyarakat, tatanan bangsa Indonesia, dan punya perspektif yang baik tentang konsep penyelenggaraan negara.

Trus, yang nggak akan lo pilih siapa?

Tokoh yang berangkat dari militer ataupun dunia usaha. (Berati JK, SBY, ama Wiranto gak termasuk ya? Tapi kan Taufik Kiemas pengusaha tuh bos…)

Emang kenapa sih, Nai?

Sistem pemerintahan Indonesia, baik itu dari sisi hukum dan struktur pemerintahan, belum bisa menahan ekses negatif yang timbul dari posisi-posisi penting di pemerintahan tingkat atas. Terutama untuk posisi puncak pemerintahan dan jajaran kabinet, bentuk-bentuk penyelewengan masih sangat sukar untuk ditahan oleh sistem kenegaraan kita.

Kepentingan pihak kuat di Indonesia, kaum yang identik dengan pengusaha dan militer, akan semakin sulit untuk dibendung dari ekses negatif jika mereka memperoleh posisi strategis di pemerintahan. Lembaga tinggi negara akan lebih baik lepas dari pengaruh kaum pengusaha dan militer, karena mereka tidak sepenuhnya mewakili kepentingan rakyat dan juga rancu untuk turut serta dalam sistem kenegaraan.

Trus ada masukan gak buat kita-kita di sini kalau mau milih presiden?

Pokoknya harus perhatiin latar belakang partai, prinsip yang dipegang dan juga kekuatan yang medukung pribadi tersebut.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, menurut gue perlu ada perbaikan sistem di semua perangkat negara: supremasi hukum, economic policy, sistem pendidikan dan kebijakan politik.

Kalau pemerintahan kita tetap didominasi oleh kekuatan lama, sistem kerja dan pola pikir yang lama, maka kita tidak akan pernah lepas dari kemerosotan pembangunan.

Si capres juga harus punya prinsip yang jelas. Apakah dengan background yang dia miliki nantinya dia akan dapat menyatukan Indonesia untuk maju bersama-sama ke arah yang lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: