Menkominfo: Kalau Pemilu Chaos, yang Rugi Bangsa Sendiri

Saat ini ada kekhawatiran di masyarakat akan munculnya rezim represif. Selain karena kasus bentrok mahasiswa dengan aparat, juga karena ada beberapa tokoh yang kalau pidato isinya berat-berat semua.

“Siapa pak?” tanya saya.

“Ya tokoh-tokoh yang pidatonya kayaknya hidup ini udah nggak ada harapan,” katanya diplomatis.

Menjelang Pemilu 2009, lanjut M Nuh, setiap warga negara harus menjaga agar suasana kondusif. Saat ini, sudah ada benih-benih yang kalau tidak diwaspadai bisa jadi ekskalasi terus-menerus dan lepas kendali.

Menkominfo pun menyontohkan kasus-kasus demonstrsi mahasiswa yang anarkis. “Padahal tak ada niatan pemerintah untuk melakukan represi, sudah bukan zamannya lagi. Tapi kawan-kawan sendiri kalau mau demo juga tolong jangan merusak,” tegasnya.

“Kami percaya demokrasi adalah pilihan yang sudah diputuskan. Kalau mahasiswa mau lakukan gerakan moral silahkan, tapi yang lain jangan ikut numpang di sana. Biarkanlah mahasiswa ini independen.”

Mantan Rektor ITS ini juga bilang kalau kondisi masyarakat Indonesia sudah berat, karena krisis energi dan kenaikan harga BBM. “Kalau chaos, yang rugi bangsa sendiri karena akan terjadi kefakuman politik.”

Makanya, doi ngaku kalau lagi rajin datang ke daerah-daerah untuk menyapa masyarakat, memberi semangat. (ah, bukannya untuk kepentingan lain pak? hehehe..)
“Meski hidup ini berat, tapi optimisme harus tumbuh. Sampean kalau muka udah jelek trus nggak punya pacar ya jangan patah semangat, bisa-bisa tambah nggak ada yang mau. Pokoknya pede aja dan yakin kalau saya bisa dapat pacar. Begitu!”

ps: wawancara ini dilakukan minggu lalu, di sebuah warung es serut di Madura. Gosippemilu bukan jubir menkominfo dan doi juga nggak bayar kami untuk pasang tulisan ini. Kami hanya punya harapan yang sama: Pemilu berjalan damai..

2 responses

  1. Biasalah, menjelang pemilu para penguasa dan politikus kelihatan dan terasa dekaaaat dengan rakyat. Tetapi syukurlah, semoga di masa depan mereka terus dekat dengan rakyat, sehingga mereka dapat merasakan secara langsung kebutuhan dan keperluan rakyat.

  2. Lebih tepatnya lagi, jangan cuma dekat dengan rakyat, tapi memang berusaha mengingat kembali bagaimana rasanya waktu mereka sendiri masih menjadi rakyat biasa dan bukan bagian dari pemerintahan.
    Bukannya meskipun mereka menjadi pejabat negara, tapi mereka kan tetap rakyat juga? Sebagai sesama rakyat jangan saling menyiksa lah. Hehehe…
    Tapi bener, semoga aja pemilu tahun depan nggak neko-neko. Udah males nih denger rusuh-rusuh begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: