Abi Si Pemuda Bali yang Muak dengan PDI-P

PDI-P menang mutlak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Selama dua hari pertama saya di Bali, setiap orang yang saya tanyai tentang pilihannya di Pilkada kemarin, selalu menjawab PDI-P (Mangku Pastika dan Puspayoga). Wajar aja sih secara suaranya 50 persen lebih.

Tapi rupanya Abi, teman kuliah saya di Unpad dulu, punya pilihan yang beda. Dia memilih I Gede Winasa yang juga adalah Bupati Jembrana.

“Lah? Kok nggak milih PDI-P, Bi?” tanya saya penasaran.

“Muak gue ama PDIP, mereka terlalu lama berkuasa di Bali dan jadi seenaknya sendiri. Gue kan banyak berhubungan ama orang-orang, Kot. Jadi gue tahu banget kader-kadernya itu kayak gimana,” kata Abi yang juga bertanggung jawab pada promosi dan pemasaran sebuah provider telepon seluler.

“Lagian mereka tuh nraktir-nraktir orang, baek-baekin, tapi pas udah kepilih pasti lupa. Dicuekin aja.”

Dan saat motor Abi melaju membelah kerumunan di sekitar Kuta, ia pun bercerita tentang kekecewaannya terhadap orang-orang di kampung halamannya itu. Sebagian besar mereka termasuk pemilih tradisional, jadinya nggak memperhatikan keunggulan yang ditawarkan calon lain. Maksud Abi, pilihan dia, si Bupati Jembrana itu sudah sukses menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis, tapi ya tetep nggak dipilih karena bukan calon dari PDIP. (Padahal mah dia kader PDIP juga.. Meni lieur gini.. Yah..kan pemilihan calon terserah si ibu)

Nah, apa yang gosippemilu mau bilang adalah kalau sebuah partai, pemimpin, atau rezim terlalu lama berkuasa kecenderungannya ya memang seperti yang Abi bilang. Nggak heran kan kalo banyak usulan adanya tokoh capres alternatif. Dan nggak heran juga banyak tokoh yang memanfaatkan celah ini untuk bisa maju di pemilu 2009.

Ah Abi, kamu selalu punya pemikiran yang berbeda.. Makasih ya udah ngajak gue jalan-jalan di kuta..

ps: kasus Abi dan PDIP ini hanya satu contoh aja. Kamu punya contoh lain?

5 responses

  1. Semoga calon yang baik dan unggul tidak tersembunyi, sehingga kita dapat memilihnya tanpa harus mencari, seperti mencari jarum dalam semak-semak.

  2. kalo aku sih muak bukan cuman pada PDI-P saja tapi semua partai. Rakyat sudah muak dengan perilaku para elit politik..🙂

  3. muak sih boleh mas.. parpol dan orang2nya emang bikin ilfil. tapi jgn sampe golput ya… at least kit bisa berani memilih capres karena kualitasnya, bukan hanya ikut-ikutan orang.

  4. itu sih sah-sah saja, ada yg doyan ikut partai ada yg tdk alias muak, itu namanya demokrasi…tp kdg2 demokrasi di negara kt sdh kebablasan krn kl kt tdk mo ikut/tdk milih katanya macem-macem…..itukan krn rakyat sdh tau yg dicari oleh partai kan hanya dukungan doaannnng, janji-janji wkt kampanye hilang tdk berbekas sdh itu merasa tdk bersalah kl sdh pernah janji…pokoknya aku dukung hak-hak tiap org(mo milih kek, mo golput kek ……bebassss)

  5. 5 tahun PDIP berkuasa korupsinya sama dengan 32 tahun korupsinya kayak suharto mana kadernya pda maling semua (koruptor) liat aja sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: