Mega: Golput Pengkhianat Reformasi

Pengkhianat reformasi. Itulah cap yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemilu alias golput.

“Ini sudah merupakan tuntutan rakyat. Masyarakat sudah menuntut hak pilihnya dilakukan secara langsung. Nah, kalau golput lagi, itu khianati reformasi,” cetus Mega, Selasa, 15/7, di hadapan sekitar 10 ribu orang yang memadati Kompleks GOR Ken Arok, Malang, Jatim.

Sistem pemilu sekarang, tutur dia, merupakan hasil dari suatu proses panjang yang berawal dari adanya reformasi total, lalu empat kali amandemen konstitusi, dan diakhiri dengan kesempatan melahirkan tata cara pemilu langsung oleh rakyat.

Bahkan, dalam sebuah debat di TvOne minggu kemari, Mega bilang kalau golput tuh bukan Warga Negara Indonesia. huehehehe…

Sebenarnya, parpol dan politikus kita lagi pada ketar-ketir nih.. Abisan potensi golput diramalkan bakal tinggi, terlihat misalnya di Pilkada DKI dan Bandung. Nah, kalau golput tambah banyak kan bisa-bisa mereka kehilangan suara potensial.

Sebenernya lagi, bukan hanya bu Mega saja yang berkepentingan dalam Pemilu 2009, ada banyak orang yang punya kepentingan sama dengan dia. Tapi, kayaknya cuma si Ibu ya yang berani ngomong tegas.

Asal tahu saja, Gosippemilu terdiri dari dua orang: Nala dan Ika. Seperti yang sudah kami jelaskan di halaman Tukang Gosip, Pemilu 2009 nanti Nala mau golput (berarti kamu pengkhianat reformasi, La!). Sedang Ika, mau milih tapi masih bingung…Kalau kamu?

ps: tiga pargraf pertama kami ambil dari inilah.com

2 responses

  1. Golongan Putih atau yang biasa kita sebut golput lahir dari ketidak puasan masyarakat pada sistem pemilu yang ada. Hal ini dapat kita lihat ketika akan diadakannya pemilu di tahun 1997. Pemerintahan orde baru dengan sistem otoriternya tidak memberikan kebebasan kepada tokoh-tokoh baru. Maka munculah golput ke tengah publik, sebagai tindakan memboikot pemilu. Sekarang ketika era reformasi, demokrasi telah dibangun, tindakan yg amat bijak apabila kita menggunakan hak suara kita pada pemilu nanti. Dengan menggunakan hak pilih kita, mungkin kita telah menunjukan rasa tanggung jawab kita terhadap bangsa ini. Merdeka..!!

  2. GOLPUT adalah sikap yang paling tepat apabila:
    1. Partai poltik cuma numpang hidup pada rakyat, bukan menghidupi rakyat (mau enak sendiri)
    2. Partai politik hanya mata pencaharian, bukan pengabdian (orang bodoh mau beken)
    3. Partai poltik hanya melahirkan penyelenggara negara yang korup dimana-mana (sadis, kejam, biadab)
    4. Partai Politk hanya bagian dari masalah Bangsa, bukan bagian dari solusi (memalukan)
    JADI … ? Untuk apa memilih mereka ? wong kalau pilih mereka pun kita yang susah. Dengan GOLPUT, rakyat justru sangat bertanggung jawab atas nasib dirinya dan masa depan bangsanya, karena Partai Politik selama ini tidak punya tanggung jawab yang jelas. Buktinya, tanah air kaya raya, kok rakyatnya susah ?? siapa yang salah ? ya poli-tikus itu lah, yang artinya terlalu banyak tikus biadab, terutama di partai politik…………. menjijikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: