Parpol Sengaja Jegal Pemimpin Muda

Tahukah Anda?

Ternyata 65 persen anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berusia di atas 50 tahun, dengan usia rata-rata 65 tahun. Ternyata kondisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nggak jauh beda, dengan usia rata-rata anggotanya 55 tahun.

Padahal, dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, jumlah orang mudanya (di bawah umur 40 tahun) ada 157 juta orang. Kata Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif dari The Lead Institute, “Negeri kita ini dijejali sama anak-anak muda, tapi kok dimpimpin sama orang tua.

Lalu, dia juga pernah melakukan survey ke 1500 pengurus muda dari tujuh parpol besar. Hasilnya, semua pengurus itu punya cita-cita yang besar untuk Indonesia. “Mayoritas mau ke DPR, DPD, atau jadi Presdien,” kata dia pekan lalu waktu launching program The Next Leader, di Universitas Paramadina.

Tapi kalau ditanyain lagi apakah mereka yakin punya kans untuk itu? Jawabnya, “Mereka tahu kalau kans mereka kecil sekali karena dihadang sama tiga hal: senioritas dalam partai, kekuatan finansial (UUD maksudnya), dan pola kaderisasi yang belum melembaga dalam partai.”

Kata pengamat politik M Fadjroel Rachman, kalahnya pamor kaum muda lebih disebabkan oleh sistem yang cenderung menghambat munculnya tokoh-tokoh muda. Di samping itu, dalam sistem regenerasi dan pengaderan di partai politik Indonesia tidak ada mekanisme konvensi. “Sehingga tidak muncul kompetensi, kompetisi, aksesibilitas kalangan anak muda,” katanya.

Makanya dia berharap, khususnya kepada partai-partai menengah seperti PKS, PAN, PPP, dan PKB untuk mulai menerapkan sistem yang benar dalam regenerasi kepemimpinan nasional. Salah satunya melalui konvensi tadi.

Sedangkan kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, anak muda selalu terganjal karena satu pertanyaan: “Apa yang sudah kamu lakukan?”

Nah, harusnya perspektifnya diganti. Jangan lagi melihat ‘Apa’, tapi lihatlah berapa lama waktu yang sudah mereka gunakan untuk kepentingan masyarakat.

Misalnya aja gini, ada pengurus muda di parpol yang umurnya baru 40 tahun, tapi ternyata udah jadi aktivis di kampus ama kegiatan-kegiatan lain sejak umur 20 tahun. Berarti kan setengah dari hidupnya udah didedikasiin untuk masyarakat. Ketimbang, anggota DPR yang umurnya 55 tahun, tapi baru aktif di masyarakat sejak umur 40 tahun.

Yang jelas, kata Anies, “Anak muda menawarkan janji masa depan. Orang tua menawarkan sejarah dan track record masa lalu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: