Caleg Jalur Khusus

Ternyata, jalur khusus nggak hanya ada di tes masuk perguruan tinggi. Beberapa calon anggota legislatif juga mendapatkan keistimewaan karena babe atau nyaknya orang kuat di partai.

Contoh yang paling jelas adalah dicalonkannya Ibas (a.k.a. Edi Bhaskoro), putra kedua SBY, sebagai caleg Demokrat untuk wilayah Jakarta Timur. Ibas, yang juga setia dengan potongan rambut belah pinggir ini, udah dipercayakan memimpin Departemen Kaderisasi Pengurus Partai demokrat.

Kata Max Sopacua, Wasekjen PD, Ibas adalah calon yang cemerlang. Nggak heran kalau pas udah lulus kuliah di Australia, Ibas langsung diajak masuk partai dan jadi pengurus pusat PD.

Contoh lainnya si Puan Maharani, anak Megawati, yang akan dipasang di daerah pemilihan Jakarta. Nama yang ini sih nggak heran lagi. Sejak Pemilu 2004 gosippemilu emang sering ngeliat Puan ngedampingin nyaknya kampanye ke daerah-daerah.

Well, what can I say? Biasanya orangtua yang cukup sukses, ingin kalau anak mereka mengikuti jejaknya. Yang jelas, si anak pasti dapat didikan langsung dari bapak/ibu.

Lagian, salah kita juga sih, masih milih pemimpin hanya karena dia anaknya si Anu atau si Itu. Padahal, jelas-jelas Mega itu bukan Bung Karno dan Ibas belum tentu bakalan sehebat SBY. Apalagi Yenny Wahid bow.. Pastinya nggak sedikit pun mendekati kakeknya, Kiai H Wahid Hasyim, yang juga pendiri NU.

Kalau kemampuan dan kemauan si anak, sudah pasti jadi nomor dua. Yang penting kekuasaan diamankan. Dan ujung-ujungnya semua partai berubah jadi PKB alias Partai Keluarga Besar.

Mau tau anak-anak jalur khusus lainnya? Tempo edisi 28 Juli-3 Agustus 2008 menurunkan laporan yang cukup lengkap.

1. Putra Nababan (Penyiar RCTI), anak Panda Nababan (Salah satu pentolan PDIP), jadi caleg di Medan.

2. Putri Pramathana Puspaseruni Paundrianagari (anak Guntur Soekarnoputra), jadi caleg di Depok dan Bekasi.

3. Agus Haz, anak mantan Wapres Hamzah Haz, bakal mewakili Jakarta Timur pada nomor urut satu.

4. Anindya Bakrie, anak orang terkaya di Indonesia dan juga Menkokesra Aburizal Bakrie.

7 responses

  1. hehehe..biasa..nepotisme dinegeri ini, dan orang yang hilang muka, sehingga mukanya harus dicari kemana-mana, alias carmuk.

  2. Apakah ada undang-undang yang mengatur bahwa anak dari seorang politikus tidak boleh ikut berpolitik? Apakah haram hukumnya, apabila seorang anak mengikuti jejak orang tua nya?

    Apakah seorang Puan, Yenny, Ibas, Agus dan lainnya harus kita suruh diam ketika mereka ingin bersuara. Rasanya sangat tidak etis apabila kita menolaknya karena rasa curiga semata.

    Janganlah kita mempunyai pandangan yang sempit, yang mengarah fitnah.

    Adalah hak setiap individu untuk berpolitik. Partai politik tentunya sudah mempunyai stadarisasi dan proses yang amat ketat dalam pencalonan legislatif nya.

    Salam damai & merdeka, untuk rakya Indonesia..!!

  3. pak dewantoro, emang nggak ada larangan kl mereka mau terjun ke politik.

    tapi, parpol itu kan bukan PKB (partai keluarga besar), yang isinya cuma anak2, om, dan tante. kalau masalah seleksi anggota caleg sih pasti ada. tapi hampir 99 persen anak2 ini ditempatkan di caleg nomor jadi. Mereka tidak harus berkeringat membangun partai cuma tinggal duduk manis aja dan jadi anggota dewan.

  4. YANG PENTING GAK MEMBODOHI MASYARAKAT DAN PUNYA PEMILIH YANG BANYAK, KARENA BEBERAPA PARTAI BESAR MASIH MENERAPKAN NOMOR URUT. BIAR SUARANYA DARI KELUARGANYA SENDIRI, KARENA DI URUTAN KECIL JADI NGOMONGNYA MEWAKILI RAKYAT.
    PILIH YPARTAI YANG MENERAPKAN SUARA TERBANYA.K PBR ATAU PAN.

  5. Namanya “kekeluargaan” nanti kalau menang dan ngurus negeri ini tentu juga pakai cara2 “kekeluargaan” he…he…he…he…

    Ah sirik aja, salahkan saja Bapak kita yang bukan siapa2 😀

  6. Seandainya Aku anak pejabat….

  7. M.SAID. CALEG PMB GRESIK | Balas

    perjuangan butuh keyakinan, keberanian dan kesabaran

    # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: