PPPI Optimis Hapuskan Outsourcing

SEBAGAI pendatang baru dalam Pemilihan Umum 2009, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) optimistis akan meraup banyak suara kaum buruh, pekerja, dan pengusaha. Bahkan, Sekretaris Jenderal PPPI Rudy Prayitno yakin anggota serikat pekerja dan buruh akan bersatu memenangkan PPPI.
“Jumlah pekerja dan pengusaha di seluruh Indonesia ada 150 juta orang. Kalau yang terdaftar sebagai anggota serikat buruh ada 25 juta orang. Dengan mereka saja, PPPI sudah bisa mencapai suara hingga satu fraksi,” ucap Rudy saat ditemui Gosippemilu, Kamis (21/8) di kantor Dewan Pengurus Pusat PPPI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta.
PPPI, adalah partai yang berdiri karena sudah memiliki basis massa . “Kalau partai yang lain, berdiri dulu baru cari massa,” kata Rudy yakin. Partai yang diketuai pengusaha konstruksi Daniel Hutapea ini, merupakan gabungan dari Partai Kongres Pekerja Indonesia (PKPI) dan PPPI. Pada Pemilu 2004, PKPI lolos verifikasi administrasi KPU, tapi tak lolos di verifikasi faktual.

Karena merasa memiliki visi yang sama dengan PPPI yang baru berdiri pada akhir 2007, kedua partai pun melebur.

“Waktu itu, partai yang didirikan Pak Daniel belum punya sertifikasi Menkumham, sedang kami sudah. Akhirnya kami mengumpulkan seluruh pengurus kedua partai dan berkomitmen untuk menggabungkan partai ini,” tutur Rudy juga mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia cabang Jawa Timur.

Meski mewakili kepentingan berbeda–pengusaha dan pekerja, namun Rudy yakin bisa menyatukan kedua pihak. Selama ini, hubungan pengusaha dan pekerja ibarat minyak dan air. Bahkan, pekerja dan buruh selalu dirugikan. Terbukti dengan masih adanya sistem outsourcing yang berlaku di Indonesia .

“Selama ini banyak wakil rakyat tapi tak ada yang mewakili kepentingan buruh. Kalau kami terpilih, sistem outsourcing akan dihapuskan,” katanya. Lalu, para pengusaha yang tergabung dalam PPPI juga sudah berkomitmen membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran.

Ps: Katanya, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Tapi menghapuskan outsourcing? Mungkin PPPI lupa kalau dunia ini bergerak ke kanan..

ps: foto dari situs mahkamah konstitusi

2 responses

  1. yup bener bgt…ada2 aja PPPI…pengusaha suka outsourcing karena biaya lbh ringan trus lbh fleksibel..buruh gk suka outsourcing karena bnyk hak mereka yg tidak terpenuhi..nah klo dah gitu..apa solusi penjgganti outsourcing…aya2 wae PPPI…

  2. Justru anda salah bung… kehadiran PPPI malah akan menjembatani hubungan antara pengusaha dan pekerja.. memang outsourcing merupakan solusi untuk biaya produksi yang tinggi, tapi adanya PPPI inilah yang justru akan membuat para pengusaha akan memikirkan nasib para pekerja. Para pengusaha diproyeksikan tidak menjadi kapitalis yang rakus tapi juga memperhatikan kondisi pekerjanya…..
    Bravo PPPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: