Tag Archives: capres

Dialog Kadin: SBY STD BGT!

Lagi-lagi SBY ngasih jawaban STD dalam acara dialog tentang ekonomi yang diadakan Kamar Dagang dan Industri. Padahal, saya bela-belain nggak keluar rumah cuma buat nonton dialog itu di TvOne. Saking STD dan garingnya, saya pun ketiduran pas sesi pertanyaan kedua. Sumpah lho Pak SBY, saya niat banget nontonnya!

Yah.. sebenarnya sih udah bisa ketebak gimana jalannya acara dialog itu. Hanya saja, saya pikir tim kampanye SBY akan mengemas “jawaban dan cara menjawabnya” si Jenderal dengan lebih baik. Abisan kan JK dapat giliran pertama dan dialognya sungguh-sungguh entertaining. Jadi yah harusnya tim suskses SBY kerja keras lagi dong buat ngemas citra si Babe.

Sisi kehangatan dan sisi manusiawi SBY jangan hanya dikemas dalam iklan! Mononton bgt bro. Justru harusnya dalam acara dialog dan debatlah (dimana kita bisa mengamatai langsung semua gerak-gerik si capres) kedua sisi itu harus ditonjolkan.
Continue reading →

Capres Dari Luar Golkar Hanya SBY

Golkar telah menutup kemungkinan koalisi dengan calon presiden dari luar selain SBY, dan itu bisa jadi membuat partai yang mau menggandeng Golkar patah hati.

“Namanya orang luar yang bisa masuk itu cuma satu, SBY. Orang luar selain SBY tidak mungkin masuk di Golkar. Itu saja. Itu suatu eksepsi,” ujar Muladi, Ketua DPP Bidang Hukum, HAM dan Otonomi Daerah Golkar Muladi di sela-sela hari kedua Rapimnas Golkar di JCC, Sabtu (18/10). Continue reading →

Mau Jadi Capres, Rizal Ramli Ganti Penampilan

(sebelum)                                        (sesudah)

Rizal Ramli (RR) bisa jadi salah satu contoh politisi yang sadar betul akan pentingnya penampilan. Mantan Menko Perekonomian zaman Gus Dur ini sudah mencukur habis kumisnya, menyisir rapih rambutnya, dan setia dengan kemeja putih serta dasi merahnya.

Ngomong-ngomong, sejak RR menolak kenaikan harga BBM, sudah empat kali Gosippemilu bertemu langsung dengannya. Dan, entah kebetulan atau disengaja, doi selalu pake kemeja lengan panjang putih dengan dasi merah. Kalo nggak salah ingat, motif dasinya sih emang beda-beda.

Continue reading →

Parpol Sengaja Jegal Pemimpin Muda

Tahukah Anda?

Ternyata 65 persen anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berusia di atas 50 tahun, dengan usia rata-rata 65 tahun. Ternyata kondisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nggak jauh beda, dengan usia rata-rata anggotanya 55 tahun.

Padahal, dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, jumlah orang mudanya (di bawah umur 40 tahun) ada 157 juta orang. Kata Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif dari The Lead Institute, “Negeri kita ini dijejali sama anak-anak muda, tapi kok dimpimpin sama orang tua.

Lalu, dia juga pernah melakukan survey ke 1500 pengurus muda dari tujuh parpol besar. Hasilnya, semua pengurus itu punya cita-cita yang besar untuk Indonesia. “Mayoritas mau ke DPR, DPD, atau jadi Presdien,” kata dia pekan lalu waktu launching program The Next Leader, di Universitas Paramadina.

Tapi kalau ditanyain lagi apakah mereka yakin punya kans untuk itu? Jawabnya, “Mereka tahu kalau kans mereka kecil sekali karena dihadang sama tiga hal: senioritas dalam partai, kekuatan finansial (UUD maksudnya), dan pola kaderisasi yang belum melembaga dalam partai.” Continue reading →

Polling Tokoh Muda: Alfian Mallarangeng Terpopuler

Pada Juni 2008 lembaga polling Indo Barometer melakukan survey tokoh muda paling populer. Berikut hasilnya:

Muhaimin Iskandar (PKB): 37,3 persen

Yenny Wahid (PKB): 34, 9 persen

Pramono Anung (PDIP): 26,1 persen

Puan Maharani (PDIP): 19,9 persen

Anas Urbaningrum (Demokrat): 13 persen

Tifatul Sembiring (PKS): 9,5 persen

A. Alfian Mallarangeng (Demokrat): 65,1 persen

Continue reading →

Golput Yukss ….

Pemilu datang lagi, dan semua partai politik mulai berkampanye dengan segala kebohongannya. Jadi untuk apa kita memilih?

gosippemilu mendapatkan banyak komentar seputar masalah golput ini. Komentar-komentar ini semua menunjukan komentar miring terhadap kinerja partai politik. Lagian siapa yang mau percaya sama anggota dewan kalau kerjaannya cuma korupsi kaya Al Amin atau Bulyan Royan.

“Kita golput rame-rame yuuuu……, masyarakat kaya nya dibodohi terus ne…, persetan dengan parpol ujung-ujungnya korupsi juga,” kata ABD dalam komentarnya di blog gosippemilu.

komentar lain yang datang dari leonard, abang yang satu ini kelihatannya sudah lost some faith dengan partai-partai yang ada di Indonesia. Continue reading →

Mega: Golput Pengkhianat Reformasi

Pengkhianat reformasi. Itulah cap yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemilu alias golput.

“Ini sudah merupakan tuntutan rakyat. Masyarakat sudah menuntut hak pilihnya dilakukan secara langsung. Nah, kalau golput lagi, itu khianati reformasi,” cetus Mega, Selasa, 15/7, di hadapan sekitar 10 ribu orang yang memadati Kompleks GOR Ken Arok, Malang, Jatim.

Sistem pemilu sekarang, tutur dia, merupakan hasil dari suatu proses panjang yang berawal dari adanya reformasi total, lalu empat kali amandemen konstitusi, dan diakhiri dengan kesempatan melahirkan tata cara pemilu langsung oleh rakyat. Continue reading →

Kasus Cerai Akibat Beda Partai Meningkat

Cerai karena selingkuh atau masalah ekonomi? Ah, itu mah biasa..

Tau nggak? Sejak ada Pilkada (2005) ternyata ada lho rumah tangga yang cerai karena beda pandangan politik. Ya beda partai, beda pilihan, beda idealisme.. Ya ampun bow… Segitunya amat yak…

Kata Dirjen Bimas Islam, Departemen Agama, Prof Nasarudin Umar, tahun 2005 jumlahnya mencapai 157 kasus dan 2006-2007 lebih banyak lagi. Doi nggak gitu hapal angkanya karena pas ditelpon ternyata baru banget kelar sholat maghrib. (Maap ya pak jadi mengganggu waktu sholatnya…)

Emang sih, kalau dibandingin angka perceraian tiap tahun, yakni 200 ribu kasus, angka 157 nggak ada apa-apanya. Tapi perlu diwaspadai juga kalee.. Gosippemilu sih nggak ngebayangin gimana sidangnya tuh pasangan yang cerai karena beda pilihan politik. Continue reading →

Tips Menjaring Pemilih Pemula

Pemilih pemula, kata koran-koran, punya energi besar untuk membuat perubahan. Soalnya mereka antusias, rasional, haus perubahan, dan belum tercemar pragmatisme.

Sayangnya, dari pilkada yang udah-udah, biasanya menjaring suara pemilih pemula ini sangat STD. Misalnya aja:

1. Ketemuan ama pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)
2. Ngadain pertandingan futsal, basket, voli, bola, untuk anak SMA.
3. Ngadain festival band indie atau festival tari dan budaya tradisional lainnya.
4. Mancing bareng.
5. Sepeda sehat atau jalan sehat.
6. Lomba fashion atau karaoke.
7. Ketemuan ama bikers, pemuda karang taruna, atau organisasi kepemudaan lainnya.
8. Nonton bareng piala Eropa.

Kalau mau, bisa juga coba ini: Continue reading →

Farhan: Gue Ini Golkar ama PKS

Di antara sekian banyak Artis yang gosippemilu wawancarai tentang pilihan politiknya, hanya Farhan, si MC kondang yang berani dengan tegas menyebutkan pilihannya. Biasanya mah artis bilangnya “Gak tahu” atau “Belum ada” atau “Ada deh”.

Lalu siapa pilihan Farhan?

Kata si om, dia gak mau golput karena kata dia nggak ada untungnya sama sekali. Dan si om juga bilang kalau selama ini kampanye parpol atau capres belum memperhatikan suara anak muda (baca: usia 17-18 tahun)
Continue reading →

Antara Golput dan Tidak Golput

Bingung tentukan pilihan? Percayalah kamu tidak sendiri, ada banyak sekali pemilih yang nantinya bingung pada Pemilu 2009. Bahkan, survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) terakhir (berdasarkan omongan Saiful Mujani di Today’s Dialogue kemarin malam), ada 30 persen responden yang belum tentukan pilihannya. Mereka inilah yang berpotensi jadi swing voters.

Inginnya sih milih, tapi apa daya calon yang ada tidak memuaskan dan terpaksalah golput. Dengar saja pengakuan Yosi Project Pop waktu gosippemilu temui di acara Lights On 2008, 27 Juni di Monas.

“Pemilu lalu saya golput, pemilu tahun depan bisa aja golput lagi, tergantung kandidatnya. Tapi gue mau aja sih milih,” kata Yosi yang ternyata kulitnya putih banget.
Continue reading →

Soetrisno Bachir Membantah, Sutiyoso Blak-blakan

Tentang iklan dirinya yang sering banget diputar di televisi, Soetrisno Bachir membantah kalau itu ada hubungannya dengan pemilihan presiden 2009. “Iklan itu untuk menyambut kebangkitan bangsa tahun ini,” kata SB di acara Today’s Dialogue di Metro TV malam ini.

“Masa sih pak? Tapi kan sekarang udah bulan Juni, udah lewat kebangkitan bangsa, tapi iklannya masih ada tuh,” potong Meutia Hafid.
Continue reading →

Tantangan Paul Wolfowitz untuk Gus Dur

Tau nggak apa tantangan utama Gus Dur kala ia masih menjabat presiden negare kite tercinte?

Dulu, mantan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz pernah bilang ke Alwi Shihab (waktu itu menjabat sebagai Menlu), bahwa tantangan Gus Dur yang paling utama adalah bagaimana beliau dapat berpikir, berucap, dan bertindak sebagai Presiden Republik Indonesia. Dan… Bukan lagi berpikir, berucap, dan bertindak sebagai Kiai tersohor atau komentator yang cerdik.

Continue reading →

Dino Patti Djalal Kecewa pada Amien Rais

Juru bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal mengaku kecewa dengan Amien Rais. Padahal, “Saya dulu kebetulan juga pengagum Amien Rais,’ tulis Dino dalam bukunya Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY.

Apa sebab?

Continue reading →

Presiden Pilihan Edwin dan Ronny ‘Cokelat’

Halo.. apa kabar nih… Selamat ya buat album barunya, Panca Indera. Eh kan bentar lagi mau pemilu nih, apa nggak tertarik bikin album bertema Pemilu? Hehehe… Dulu kan sempet bikin tema-tema kebangsaan tuh..

Edwin-Gitaris (E):
Nasionalisme Cokelat tak berhubungan dengan pemilu. Kalau politik itu bukan wilayah Cokelat, kalau album politik itu sepertinya sih nggak kalau buat coklat, lebih penting suarakan cinta tanah air, support atlet, visit Indonesia year 2008, kalau pemilu agak runcing ya.. (runcing? Bambu kalee ah..)

Ronny-Bassis (R)
Hm.. Nggak kayaknya.
Kalau kita lebih berpikir nasionalisme itu dari gerakan manusianya, bukan gerakan lembaga, partai, atau demokrasinya. Contoh paling gampang adalah hal kecil keseharian, misalnya dengan mengantre atau tidak buang sampah sembarangan.
Kalau politik, menurut kita bagaimana orang mempersepsikannya aja. Kalau kamu orang Indonesia, ya harus lakukakan apa yang harus lakukan
Continue reading →