Gaya Rambut untuk Megawati

Bentuk-bentuk wajah yang kurang proporsional, sebenarnya bisa diakali dengan potongan rambut yang pas. Jika Anda termasuk orang yang memiliki wajah bulat atau berpipi tembem, baiknya menata rambut dengan Gaya yang bisa membuat wajah nampak lebih tirus.

Menurut saya, potongan rambut Bu Mega saat ini kurang pas. Bagi pemilik wajah bulat, sebaiknya menghindari potongan rambut seperti Bu Mega. Berikut tips yang bisa kamu ikuti.
Baca selebihnya »

Gaya Rambut untuk Megawati

Bentuk-bentuk wajah yang kurang proporsional, sebenarnya bisa diakali dengan potongan rambut yang pas. Jika Anda termasuk orang yang memiliki wajah bulat atau berpipi tembem, baiknya menata rambut dengan Gaya yang bisa membuat wajah nampak lebih tirus.

Menurut saya, potongan rambut Bu Mega saat ini kurang pas. Bagi pemilik wajah bulat, sebaiknya menghindari potongan rambut seperti Bu Mega. Berikut tips yang bisa kamu ikuti.

Model rambut bob boleh anda pilih asalkan ujung rambutnya sampai menyentuh dagu dan tidak pendek. Jangan Seperti ini:

Akali pipi yang tembem dengan potongan rambut model segi, yang tepat jatuh di pelipis dan bagian pipi. Anda juga bisa mencoba model rambut layer. Misalnya seperti ini:

Sisakan sedikit rambut untuk dibiarkan jatuh tergerai di bagian sisi kanan dan kiri wajah. Ini akan menyamarkan bagian wajah yang lebar. Usahakan pula agar volume rambut tidak mengembang di bagian tersebut. jangan seperti ini:

Hati-hati dengan potongan rambut yang mengembang, misalnya rambut yang keriting. Ini hanya akan membuat kesan wajah anda semakin bulat. Potongan rambut yang terlalu pendek akan membuat wajah anda terlihat tembam. Sedangkan terlalu panjang akan membuat pipi anda terekspose saat anda mengikatnya.

Selamat bergaya, Bu!

Oh iya, kalau mau, bisa meniru potongan rambut beberapa orang berwajah bulat ini:

ps: foto diambil dari

1. www.indonesia-1.com

2. rissalon.wordpress.com

3. www.seasite.niu.edu

4. oprah.com

5. www.hairflair.org

6. www.dorcegamalama.com

Menantu Wiranto Seorang Ikhwan?

diambil dari www.kompas.com

diambil dari www.kompas.com

Unsual. Tidak biasa. Itulah kesan saya saat pertama kali melihat keluarga Cawapres Wiranto di Trans 7. Cucu-cucunya lucu-lucu. Istrinya, Uga Wiranto, samalah seperti yang biasa saya lihat di TV. Tapi mantunya? Ah, masa sih mantunya Wiranto seorang ikhwan?

Tanpa berniat mengecilkan arti kata “ikhwan”, tapi gaya mantunya Jenderal Wiranto itu ikhwan banget. Hmm… gimana ya mengungkapkannya?

Maksud saya, gaya si mantu yang bernama Abdi Setiawan Effendi itu mirip ama gaya-gaya anak musholla. Well, paling tidak gaya berbusananya mirip ama kader-kader PKS. Hehehe… Baca selebihnya »

Dialog Kadin: SBY STD BGT!

diambil dari www.vivanews.com

diambil dari www.vivanews.com

Lagi-lagi SBY ngasih jawaban STD dalam acara dialog tentang ekonomi yang diadakan Kamar Dagang dan Industri. Padahal, saya bela-belain nggak keluar rumah cuma buat nonton dialog itu di TvOne. Saking STD dan garingnya, saya pun ketiduran pas sesi pertanyaan kedua. Sumpah lho Pak SBY, saya niat banget nontonnya!

Yah.. sebenarnya sih udah bisa ketebak gimana jalannya acara dialog itu. Hanya saja, saya pikir tim kampanye SBY akan mengemas “jawaban dan cara menjawabnya” si Jenderal dengan lebih baik. Abisan kan JK dapat giliran pertama dan dialognya sungguh-sungguh entertaining. Jadi yah harusnya tim suskses SBY kerja keras lagi dong buat ngemas citra si Babe.

Sisi kehangatan dan sisi manusiawi SBY jangan hanya dikemas dalam iklan! Mononton bgt bro. Justru harusnya dalam acara dialog dan debatlah (dimana kita bisa mengamatai langsung semua gerak-gerik si capres) kedua sisi itu harus ditonjolkan.
Baca selebihnya »

PD Dekati PDIP, PKS Protes

Kedekatan PD demokrat dengan PDIP membuat PKS protes.
PKS merasa gerah jika PD beroalisi dengan PDIP. Heran juga kedua sih PD dan PDIP bisa dekat, padahal kan sebelumnya selalu berseteru
Baca selebihnya »

Gagal ke DPR, BPK Dilirik

Gagal masuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua DPR Agung Laksono pun melirik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai alternatif kedua. Langkah itu juga dilakukan bebebrapa anggota dewan lainnya.

Mengutip detik.com, selain Agung, yang mendaftar jadi calon anggota BPK di antaranya:
1. T. Nurlif (Anggota DPR, Partai Golkar)
2. Endin Sofihara (Anggota DPR, PPP)
3. Ahmad Hafidz Zawawi (Anggota DPR, Golkar)
4. Rizal Djalil (Anggota DPR, PAN)
5. Yunus Yosfiah (Anggota DPR, PPP)
6. Misbah Hidayat (Anggota DPR, PKB)
7. Nursanita Nasution (PKS)
8. Ali Masykur Musa (Anggota DPR, PKB Gusdur)

Sebenernya, apa sih yang bikin para anggota dewan itu melirik BPK? Baca selebihnya »

Kembali Bergosip

Hai… Gosippemilu kembali bergosip. Mohon maaf kemarin sempat vakum lama banget.
Terlalu banyak gosip yang beredar dan terlalu bingung kami menyaringnya. Salah denger gosip, bisa-bisa blog ini dimanfaatkan jadi kampanye gratisan.

Sekarang kami kembali lagi, moga-moga kamu masih suka dengan gosip kami.

Salam Gosip!

Daftar Artis yang Masuk DPR

Pemilu legislatif sudah usai. Hasilnya banyak juga artis yang melenggang masuk ke gedung parlemen. Menurut Kompas 8 Mei 2009 artis-artis yang diprediksi jadi anggota dewan adalah :
Baca selebihnya »

Golput kok Haram sih?

golput_depan_diperkecil

Ketua MPR membuat pernyataan yang mengejutkan. Pentolan PKS ini menyarankan MUI, NU dan Muhammdiyah mengeluarkan fatwa haram bagi golput. Wah bisa masuk neraka nih kalau tidak milih waktu pemilu?.

Hidayat berpendapat fatwa ini diperlukan karena banyak masyarakat yang apatis terhadap pemilu. Tapi sepertinya Hidayat Nur Nurwahid lupa satu hal, yaitu mengenai apa yang menyebabkan rakyat apatis terhadap pemilu.

Apatisme bisa timbul dengan berbagai alasan. Selama caleg atau capres hanya bisa berjanji tanpa memenuhinya maka apatisme akan muncul. Calon pemimpin hanya bisa berjanji ini dan itu, tapi setelah terpilih langsung melupakannya. Buat apa memilih pemimpin tukang bohong, mending golput saja. Lalu apa yang salah dengan apatisme ?

Terkadang ada persepsi yang salah mengenai golput. Seakan-akan golput membahayakan demokrasi atau lebih parah bisa memecah belah bangsa ini.

Pendapat-pendapat itu jelas ngawur. Korupsi justru lebih membahayakan demokrasi dibandingkan golput. Korupsi bakal menciptakan ketidakadilan dan membaut jurang antara warga miskin dan kaya makin lebar. Akhirnya bisa menimbulkan separatisme.

Orang yang golput juga tidak anarkis. Perhatikan saja kerusuhan yang timbul di berbagi daerah karena Pilkada, orang-orang yang katanya membela demokrasi tapi mentalnaya anarkis. Kalau kalah pilkada langsung mengerahkan massa untuk merusak. Siap menang juga harus siap kalah dong.

Lalu gimana mengatasi golput? Apa perlu pakai fatwa segala?. Ini sih sebenarnya sederhana, yang paling penting penuhin saja segala janji yang diungkapkan saat kampanye, pasti deh orang-orang golput bakalan ikut milih. Karena golput bukan idiologi yang harus dipengang sampai mati. kalau memang pemimpinnya adil buat apa golput lagi, ya dipilih dong.

Dijual: Kaos Ogah Ikut Parpol

dsc03176

Males diajakin masuk partai politik?

Pengennya nyoblos di pilpres doang?

Gosippemilu sediakan kaosnya! Baca selebihnya »

Dijual: Kaos Anti Caleg Artis

dsc031782

Bete ama artis yang nyaleg?

Gosippemilu sediakan kaosnya! Baca selebihnya »

Demokrasi Parlementer Telah Gagal

Kamis kemarin, saya sempat mendengarkan orasi ilmiah wartawan senior Goenawan Muhammad di acara Memoriam Lecture Nurcholis Madjid. Meski awalnya males banget liputan acara itu, secara hujan dan malam, tapi ternyat mencerahkan juga.

Goenawan membuka orasinya dengan mengatakan bahwa demokrasi, utamanya demokrasi parlementer, telah mengecewakan banyak orang.

“Bahkan demokrasi yang ditemukan pada tahun 1999 ternyata juga mengecewakan,” tegasnya.

Rupanya, kebimbangan dan kekecewaan pada demokrasi parlmenter punya sejarah yang panjang. “Sekarang, lihat anggota DPR terima suap, legislasi dijalankan tidak penuh karena ada permainan politik yang mengabaikan keadilan,” ucapnya. Baca selebihnya »

Krisdayanti Masuk Bursa Cawabup

Semakin menjadi tren saja selebriti masuk dunia politik. Beberapa nama aktor ikut berlaga dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Bahkan, di antara mereka telah berhasil memenangi pemilihan, misalnya Dede Yusuf menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, Rano Karno menjadi Wakil Bupati Tangerang, atau Adjie Massaid sebagai anggota DPR.

Itu pula yang tampaknya akan dilakukan DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang untuk memenangi pemilihan bupati/wakil bupati (pilbup) mendatang. Baca selebihnya »

Eko Patrio Lebih Populer dari Tifatul Sembiring

Sungguh mengejutkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini. Ternyata, orang-orang lebih milih Eko Patrio daripada Presiden PKS Tifatul Sembiring!

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak 8-10 September 2008 di 33 provinsi dengan jumlah responden 1.249 orang, Eko Patrio mendapatkan 5,6% dibanding Tifatul Sembiring yang hanya mendapat 1,5%. Baca selebihnya »

Capres Dari Luar Golkar Hanya SBY

Golkar telah menutup kemungkinan koalisi dengan calon presiden dari luar selain SBY, dan itu bisa jadi membuat partai yang mau menggandeng Golkar patah hati.

“Namanya orang luar yang bisa masuk itu cuma satu, SBY. Orang luar selain SBY tidak mungkin masuk di Golkar. Itu saja. Itu suatu eksepsi,” ujar Muladi, Ketua DPP Bidang Hukum, HAM dan Otonomi Daerah Golkar Muladi di sela-sela hari kedua Rapimnas Golkar di JCC, Sabtu (18/10). Baca selebihnya »